“Perkembangan Fisik dan Motorik Masa Remaja”

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kata “remaja” berasal dari bahasa latin yaitu adolescere yang berarti to grow atau to grow maturity (Golinko, 1984 dalam Rice, 1990). Banyak tokoh yang memberikan definisi tentang remaja, seperti DeBrun (dalam Rice, 1990) mendefinisikan remaja sebagai periode pertumbuhan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Papalia dan Olds (2001) tidak memberikan pengertian remaja (adolescent) secara eksplisit melainkan secara implisit melalui pengertian masa remaja (adolescence).

Menurut Papalia dan Olds (2001), masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun.
Menurut Adams & Gullota (dalam Aaro, 1997), masa remaja meliputi usia antara 11 hingga 20 tahun. Sedangkan Hurlock (1990) membagi masa remaja menjadi masa remaja awal (13 hingga 16 atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16 atau 17 tahun hingga 18 tahun). Masa remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurlock karena pada masa remaja akhir individu telah mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati masa dewasa.
Papalia & Olds (2001) berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa antara kanak-kanak dan dewasa. Sedangkan Anna Freud (dalam Hurlock, 1990) berpendapat bahwa pada masa remaja terjadi proses perkembangan meliputi perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan psikoseksual, dan juga terjadi perubahan dalam hubungan dengan orangtua dan cita-cita mereka, dimana pembentukan cita-cita merupakan proses pembentukan orientasi masa depan. Transisi perkembangan pada masa remaja berarti sebagian perkembangan masa kanak-kanak masih dialami namun sebagian kematangan masa dewasa sudah dicapai (Hurlock, 1990). Bagian dari masa kanak-kanak itu antara lain proses pertumbuhan biologis misalnya tinggi badan masih terus bertambah. Sedangkan bagian dari masa dewasa antara lain proses kematangan semua organ tubuh termasuk fungsi reproduksi dan kematangan kognitif yang ditandai dengan mampu berpikir secara abstrak (Hurlock, 1990; Papalia & Olds, 2001).
Yang dimaksud dengan perkembangan adalah perubahan yang terjadi pada rentang kehidupan (Papalia & Olds, 2001). Perubahan itu dapat terjadi secara kuantitatif, misalnya pertambahan tinggi atau berat tubuh; dan kualitatif, misalnya perubahan cara berpikir secara konkret menjadi abstrak (Papalia dan Olds, 2001). Perkembangan dalam kehidupan manusia terjadi pada aspek-aspek yang berbeda. Ada tiga aspek perkembangan yang dikemukakan Papalia dan Olds (2001), yaitu: (1) perkembangan fisik, (2) perkembangan kognitif, dan (3) perkembangan kepribadian dan sosial

1.2 Rumusan Masalah.

v     Bagaimana perkembangan fisik pada masa remaja?

v     Bagaimana perkembangan motorik pada masa remaja?

1.3 Tujuan

v     Untuk mengetahui perkembangan fisik pada masa remaja

v     Untuk mengetahui perkembangan motorik pada masa remaja

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Perkembangan Fisik Masa Remaja

Perubahan perilaku gerak sejak bayi lahir sampai usia dewasa merupakan kajian menarik untuk dipelajari. Pada modul lima ini merupakan kelanjutan dari pembahasan perkembangan gerak yang dimulai sejak masa anak-anak sampai menjelang masa Adolesensi. Perkembangan gerak merupakan proses pengembangan yang berkesinambungan dan berkaitan dengan perubahan perilaku gerak manusia. Perubahan perilaku gerak dan penampilan keterampilan seseorang berhubungan dengan bertambahnya umur.

Dalam modul ini akan di bahas perkembangan gerak adolesensi yang menyangkut pertumbuhan fisik, perkembangan gerak, dan aktifitas fisik yang diperlukan pada masa tersebut. Masa adolesensi merupakan masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa. Serangkaian perubahan yang cepat terjadi pada masa adolesensi, baik yang berkaitan dengan ukuran, proporsi bentuk tubuh, pertumbuhan jaringan dansebagainya.berbagai perubahan, pertumbuhan dan perbedaan-perbedaan pertumbuhan yang terjadi antara anak laki-laki dengan perempuan.

Masalah-masalah yang berhubungan dengan:

  1. Pertumbuhan fisik yang berhubungan dengan ukuran dan proporsi tubuh, jaringan tubuh, perubahan dan jaringan peningkatan kekuatan;
  2. Perkembangan gerak yang meliputi kemampuan gerak, koordinasi dan keseimbangan, dan peningkatan penampilan gerak;
  3. Aktifitas fisik yang diperlukan dalam masa adolesensi, seperti kegiatan-kegiatan yang memerlikan pertimbangan fisiologis, medis, cedera yang mungkin terjadi, perbedaan jenis kelamin dan kematangan bertanding.

 

Adolesensi merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Dalam masa ini terjadi pertumbuhan yang sangat cepat sampai pada saatnya mencapai kematangan seksual, kemudian timbul fase perlambatan sampai tidak terjadi pertumbuhan lagi. Pertumbuhan yang terjadi menimbulkan perubahan ukuran, seperti proporsi bentuk tubuh, perubahan dalam komposisi tubuh, sistem peredaran darah, pernapasan, sistem syaraf, kematangam seks primer dan sekunder dan sebagainya.

Pada awal masa adolesensi perempuan lebih tinggi dan lebih berat dari laki-laki keadaan tersebut tidak terlalu lama setelah perubahan yang cepat terjadi. Pada anak laki-laki. Seterusnya laki-laki mengungguli tinggi dan berat badan perempuan, demikian pula ukuran-ukuran yang lain, seperti togok, panjang tungkai, lebar pundak, dan ukuran lengan.

Perubahan secara proporsional terjadi pada tulang dan jaringan lemak. Pertumbuhan tulang otot berjalan dengan peningkatan tinggi dan berat badan. Sedangkan penurunan volume jaringan lemak lebih nampak pada laki-laki dibabdingkan dengan perempuan.

Salahsatu perubahan fisiologis adalah denyut nadi basal yang selalu menurun secara berangsur-angsur dan sama untuk anak laki-laki dan perempuan sejak lahir, tetapi pada masa adolesensi penurunan pada laki-laki lebih cepat dibandingkan dengan perempuan sesudah umur 12 tahun.

Perbandingan perubahan awal dari kekuatan menggenggam anak laki-laki hampir dua kali lipat dibandingkan anak perempuan, sedangkan kekuatan menarik dan mendorong hampir empat kali lipat besarnya, meskipun sampai umur 13 tahun hampir tidak terjadi perbedaan.

2.1.1 Pertumbuhan fisik adolesensi

Adolesensi atau masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa.Hal ini biasanya dipandang dari segi kematangan seksual dan cepatnya pertumbuhan. Adolesensi dimulai dengan percepatan rata-rata pertumbuhan sebelum mencapai kematangan seksual, kemudian timbul fase perlambatan, dan berhenti setelah tidak terjadi pertumbuhan lagi, yaitu setelah mencapai masa dewasa.

Pada masa adolesensi terjadi perkembangan biologis yang kompleks, yang meliputi percepatan pertumbuhan, perubahan bentuk proporsi tubuih, perubahan dalam komposisi tubuh, kematangan cirri-ciri seks primer dan sekunder, perkembangan pada system pernapasan dan kerja jantung, dan mengkoordinasikan perubahan-perubahan tubuh, seksual,dan fisiologis.

Secara biologis dalam masa adolesensi ini system reproduksi mencapai taraf kematangan.

a. Ukuran dan proporsi tubuh.

Perbedaan ukuran badan untuk kedua jenis kelamin pada masa sebelum adolesensi adalah kecil, meskipun ada kecenderungan anak laki-laki sedikit lebih tinggi dan lebih berat dibandingkan anak-anak perempuan.Sedangkan pada masa awal adolesensi anak-anak perempuan lebih tinggi dan lebih berat daripada laki-laki. Akan tetepi keadaaantersebut tidak terlalu lama setelah perubahan yang cepat terjadi pada anak laki-laki pada masa adolesensi. Anak laki-laki mengejar dan mengungguli tinggi dan berat badan anak perempuan, ukuran-ukuran yang lain,seperti tinggi togok, panjang tungkai lebar bahu, lebar pinggul, ukuran lengan dan sebagainya mengikuti pertumbuhan tinggi  dan berat badan yang berlangsung dengan cepat.Pada masa adolesensi antar laki-laki dengan perempuan makin jelas perbedaan ukuran dan bentuk tubuhnya.

Pertumbuhan yang cepat pada masa adolesensi menimbulkan terjadinya perbedaan-perbedaan morfologis antara anak laki-laki dan perempuan yang semakin jelas.Ciri-ciri yang menonjol adalah bertambahnya lebar bahu anak laki-laki lebih cepat dibandingkan dengan perkembangan pinggulnya,sebaliknya terjadi pada anak-anak perempuan yang mengalami pertumbuhan yang cepat pada pelebaran pinggulnya, dibandingkan dengan perkembangan pada pinggang dan bahu.

Pertumbuhan tungkai anak-anak laki-laki dan perempuan pada masa sebelum adolesensi menunjukkan proporsi yang sama antara anggota bagian bawah dan togok terhadap tinggi badan secara keseluruhan.Akan tetapi pada masa adolesensi sampai dewasa, anak perempuan menunjukkan hanya kecil pertumbuhan, pada tungkai sehingga lebih pendek dibandingkan dengan rata-rata tungkai anak laki-laki yang mengalami peertumbuhan yamh lebih cepat.

Perubahan fisik selama adolesensi menunjukkan beberapa indikasi dalam komposisi tubuh.Perubahan komposisi terutama bervariasi pada kegemukan dan kekurusan,Anak laki-laki meningkat ke arah berotot terutama pada anggota badan, sedangkan anak perempuan meningkat kea rah ramping dan gemuk atau makin berlemak.Peningkatan tersebut untuk anak laki-laki berlangsung dengan cepat terutama menjelang dewasa, sedangkan untuk ank perempuan berlangsunga secara bertahap.

Perkembangan organ reproduksi anak perempuan mulai lebih awal dibandingkan anak laki-laki.Awal dari masaa puber anak laki-laki lebih sukar dikenali, biasanya ditandai adanya percepatan pertumbuhan kantung kemaluan (skrotum) dan testis, serta mulai tumbuhnya rambut kelamin, dan juga pelebaran pangkal tenggorokan (laryns).

Awal puber anak perempuan ditandai dengan terjadinya mentruasi pertama, dan berdasarka tanda-tanda seks sekunder, seperti mulai berkembangnya buah dada, tumbuhnya rambut kelamin dan sebagainya.

Usia mulainya menstruasi pertama berkisar antara 12 sampai 14 tahun.Variasi usia menstruasi pertama dipengaruhi oleh berbagai macam situasi, seperti iklim, gizi makanan, kebudayaan atau ras suku bangsa.Di daerah panas (khatulistiwa) cenderung lebih cepat terjadinya menstrusi pertama dibandingkan di daerah dingin (utara atau selatan).

Kematangan seksual berdasarkan ras antara anak laki-laki kulit hitam dan anak laki-laki kulit putih hanya sedikit atau hamper tidak terjadi perbedaan, tetapi pada anak perempuan ternyata terdapat perbedaan.Anak perempuan Mexico mulai menstruasi pertama pada usia 12,5 tahun, rata-rata anak eropa 12,9 tahun, jepang dan negro 13,1 tahun, dan cina 13,9 tahun.status gizi berpengaruh terhadap usia menstruasi pertama berhubungan dengan kegemukan.Seorang anak yang gemuk cenderung lebih cepat mengalami menstruasi pertama dibandingkan anak-anak yang relative lebih kurus.Gizi yang baik dan kondisi lingkungan yang baik berpengaruh terhadap kecepatan perkembangan dan kecepatan kematangan akan lebih cepat diperoleh, sebaliknya kekurangan gizi menurunkan tingkat perkembangan organism.

Dalam perkembangan fisik yang berhubungan dengan kematangan seksual mencapai puncaknya pada periode adolesensi.Peningkatan yang pesat pada anak perempuan berakhir pada usia 11 sampai 13,5 tahun dengan penambahan tinggi rata-rata 3,25 inchi (8,25 cm)setiap tahun, sedangkan pada anak laki-laki antara usia 13 sampai 15,5 tahun dengan penambahan tinggi rata-rata 4 inchi (10,16 cm) setiap tahun.

Urutan pencapaian puncak pertumbuhan anak laki-laki di mulai dengan panjang tungkai, kemudian panjang togok dan disusul dengan pelebaran panggul dan dada, pelebaran pundak (bahu) dan akhirnya pada penebalan dada.Pertumbuhan puncak panjang tungkai dengan panjang togok kira-kira berselang satu tahun.

Kematangan yang terhambat ditandai oleh variasi urutan, lamanya dan intensitas peningkatan berbagai segmentubuh selama periode pertumbuhan. Seorang anak yang lambat matang mengalami pertumbuhan tungkai lebih lama sehingga secara proporsional tungkai lebih panjang dibandingkan dengan togok. Pada anak laki-laki yang cepat matang cenderung mempunyai tungkai lebih pendek dengan panggul lebih besar dibandingkan dengan mereka yang lambat matang. Sedangkan pada anak perempuan yang lambat matang cenderung mamilliki tungkai lebih panjang dan bahu lebih lebar dibandingkan dengan mereka yang cepat matang.

Perbedaan bentuk tubuh antara anak laki-laki dengan perempuan menjadi tampak lebih jelas sesudah masa pubertas. Kedua jenis kelamin memiliki ukuran skeletal yang berbeda. Anak laki-laki menjadi seorang dewasa dengan  tungkai dan lengan yang lebih panjang dan bahunya lebih lebar, sedangkan pada wanita dewasa akan lebih nampak lebih besar pinggulnya.

b. Pertumbuhan Jaringan Ttubuh

Perubahan proporsional terjadi pada tulang otot dan jaringan lemak pada masa adolesensi. Pertumbuhan tulang dan otot sejalan dengan peningkatan tinggi dan berat badan. Sedangkan penurunan volume jaringan lemak lebih nampak pada anak laki-lakidibandingkan dengan anak perempuan. Pertumbuhan tulang dan otot sama, tetapi penurunan volumelemak tidak sama lamanya.

Dari hasilpenelitian yang dilakukan oleh Malina dan Johnston (1967) disimpulkan bahwa perbandingan otot dengan tulang pada masa sebelum adolesensi untuk kedua jenis kelamin adalah sama, yaitu 2,6 : 1. Perbandingan tersebut tetap sama sampai pubertaspada usia 15,5 tahun untuk anak perempuan, sedangkan bagi anak laki-laki perkembangan otot lebih meningkat sedikit lebih besar menjadi 2,7 : 1

Perbandingan antara otot dengan lemak untuk anak perempuan pada masa sebelum adolesensi agak tetap (konsisten), yaitu 2,3 : 1, dan meningkat menjadi 2,4 : 1 pada masa sesudah adolesensi. Pada anak laki-laki perbandingan antara otot dengan lemak tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan anak perempuan , yaitu 2,5 : 1 dalam masa sebelum adolesensi, dan pada usia 15,5 tahun menjadi 2,6 : 1. Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan lemak pada anak laki-laki.

c. Perubahan Fisiologis

Adolesensi ditandai oleh berbagai macam perubahan-perubahan fisiologis yang berhubungan dengan masa pubertas dan berpengaruh terhadap penampilan fisik pada kedua jenis kelamin. Salah satu perubahan adalah dengan denyut nadi basal yang selalu menurun secara berangsur-angsur dan sama untuk kedua jenis kelamin sejak lahir. Penurunan denyut tersebut terus berlangsung selama antara kedua jenis kelamin, tetapi pada masa adolesensi penurunan denyut nadi pada anak laki-laki berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan anak perempuan sesudah umur 12 tahun, dan sampai masa dewasa denyut nadi waktu istirahat untuk seorang wanita, 10% lebih besar dari pada pria.

Sesuai dengan perubahan yang terjadi pada denyut nadi, maka terjadi pula perubahan pada temperatur tubuh basal. Pada orang yang sehat denyut nadi berhubungan erat dengan temperature tubuh. Temperature tubuh anak laki-laki 1,5ºF lebih rendah dibandingkan dengan perempuan.

Tekanan darah sistolik naik secara ajeg sejak maen kanak-kanak, kemudian meningkat lebih cepat selama masa adolesensi, dan terus meningkat sampai dewasa. Perubahan tersebut untuk anak perempuan terjadi lebih awal, tetapi pada laki-laki bertambahnya lebih besar. Perubahan tekanan darah distolik hanya kecil, dan antara laki-laki dan perempuan tidak terdapat perbedaan yang meyakinkan.

Perbedaan tekanan daah distolik yang nyata antara laki-laki dengan perempuan, dengan ditandai tingginya tekanan yang dimiliki oleh laki-laki, hal ini kemungkinan disebabkan oleh volume pemompaan jantung dan volume darah yang lebih besar. Volume darah yang besar pada laki-laki pada masa adolesensi ditandai dengan bertambah besarnya sel darah merah. Peningkatan jumlah darah merah pada anak laki-laki berarti meningkatnya pula hemoglobin dalam darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak perempuan.

Peningkatan sel darah merah dan hemoglobin dalam darah menambahmasuknya oksigen (O2) dalam darah yang dapat digunakan secara efektif dalam badan , selama adolesensi terjadi peningkatan yang besar dalam hal volume pernapasan, kapasitas, vital, dan kapasitas pernapasan maksimal untuk laki-laki, tetapi sangat kecil untuk perempuan. Peningkatan-peningkatan

Fisiologis yang terjadi pada laki-laki yang mempunyai kapasitas vital yang lebih besar dibandingkan dengan perempuan pada masa puber, hal ini sesuai dengan terjadinya pelebaran rongga dada dan pundak yang diikuti dengan pertumbuhan yang lebih cepat otot-otot dan paru-paru laki-laki.

 

 

 

d. Peningkatan Kekuatan

Perubahan-perubahan fisiologis dan pertumbuhan yang cepat di masa adolesensi peningkatan dengan perbedaan peningkatan kekuatan antara kedua jenis kelamin. Hasil penelitian yang dilakukan di universitas California oleh jones (1949) pada 90 orang anak untuk kedua jenis kelamin umur 11 sampai dengan 17,5 tahun, menyatakan bahwa pengembangan kekuatan menggenggam (hand grip), menarik dan mendorong dengan lengan antaa laki-laki dengan perempuan hamper tidak berbeda sampai umur 13 tahun, tetapi selanjutnya laki-laki bertambah lebih cepat dibandingkan dengan perempuan. Perbandingan perubahan awal dari kekuatan menggenggam untuk anak laki-laki hamper dua kali lipat disbanding anak perempuan, sedangkan kekuatan menarik dan mendorong hamper empat kali lipat besarnya.

Perkembangan kekuatan susunan masa adolesensi nampak bahwa pada perempuan tidak dapat melampaui rata-rata perkembangan kekuatan laki-laki, bahkan dapat digambarkan bahwa kekuatan yang dimiliki oleh perempuan yang terkuat dapat disamakan dengan kekuatan laki-laki yang paling lemah.

Kematangan menunjukkan ada hubungan dengan perkembangan kekuatan. Apabila pencapaian kematangan  diklasifikasikan menjadi kematangan awal,normal, dan terlambat, maka kurva pertumbuhan kekuatan pada perempuan yang berada pada klasifikasi kematangan terlambat matang selalu dibawah rata-rata pada seluruh kelompok umur. Sedangkan bagi mereka yang matang, cenderung lebih cepat perkembangan kekuatannya antara umur 11 sampai 13 tahun, tetapi sesudah perrtumbuhannya menjadi berkurang dan mereka mencapai posisi dibawah rata-rata kelompok normal. kecenderungan menurunnya kekuatan pada anak perempuan cepat matang dan lambat matang dibandingkan dengan yang normal adalah pada usia sesudah usia 13,5 tahun.

Perkembangan kekuatan dalam klasifikasi kematangan awal (cepat) normal dan lambat untuk laki-laki berhubungan dengan umur (kematangan)sekeletal. pada laki-laki yang cepat matang menunjukkan kurva kekuatan yang tidak jauh dari garis lurus (linear)dengan percepatan yang agak menurun pada umur antara 12 sampai 13,5 tahun, kemudian meningkat lagi, dan akhirnya cenderung berhenti pada pertumbuhan yang mendatar setelah umur 16 atau 17 tahun. Sedangkan pada anak laki-laki yang termasuk lambat matang yang lamban dalam setiap fungsi, kemudian diikutisuatu percepatan pada akhir umur 14 tahun. Hal tersebut juga ditandai adanya hubungan antara kekuatan dengan kematangan skeletal. Dalam pertumbuhan anak laki-laki cepat matang, perkembangan kekuatannya selalu berada diatas rata-rata kelompok sejak umur 13-16 tahun. Sedangkan bagi mereka yang termasuk lambat matang cenderung dibawah normal.

Hubungan yang rendah terjadi ntara tinggi atau berat badan dengan kekuatan kekuatan karena adanya factor-faktor lain yang mempengaruhi ukuran besarnya badan dalam menentukan kekuatan pada masa adolesensi. Puncak perkembangan yang cepat dari kekuatan anak laki-laki terjadi kira-kira 1,5 tahun sesudah puncak peningkatan tinggi badan, dan kira-kira 1(satu) tahun sesudah puncakpenambahan berat badan.

Dalam hal perkembangan power otot yang berhubungan dengan pertumbuhan tubuh dinyatakan bahwa power otot dicapai secara penuh kira-kira satu tahun sesudah pencapaian pertumbuhan tubuh sepenuhnya

 

2.2 Perkembangan Motorik Masa Remaja

2.2.1 Kemampuan Gerak

Perubahan-perubahan dalam penampilan gerak pada masa adolesensi cenderung mengikuti perubahan-perubahan dalam ukuran badan, kekuatan dan fungsi fisiologis. Perbedaan-perbedaan dalam penampilkan keterampilan gerak dasar antar kedua jenis kelamin semakin meningkat, anak laki-laki menunjukkan peningkatan yang tidak berarti, bahkan menurun setelah umur menstruasi. Hal tersebut dapat dilihat dalam berbagai gerakan, seperti lari, lompat jauh tanpa awalan, dan melempar jarak jauh. Menurut Espenchade (1060), anak perempuan mencapai hasil maksimal dalam lari pada usia 15 tahun, dan menunjukkan sedikit perubahan dalam melempar dan melompat sesudah umur tersebut.

Selanjutnya penelitian lain oleh Vincent (1968) menyatakan bahwa anak perempuan mencapai skor terbaik dalam kecepatan melempar, memantulkan bola ke tembok, dan melempar jarak jauh pada umur 15,3 tahun. Untuk lari dan lompat tinggi penampilan terbaik pada umur 14,4 tahun, sedangkan mahasiswa putri yang sehat dan segar mencapai skor tertinggi dalam lompat samping dan lompat tali pada umur 18,4 tahun. Semua itu merupakan beberapa peningkatan penampilan wanita yang terjadi setelah masa pubertas. Penampilan fisik sesudah pubertas lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan budayanya.

Umumnya penampilan gerak anak perempuan dalam keterampilan dasar cenderung menurun sebelum mencapai kematangan biologis, kira-kira 3 tahun sebelum kematangan skeletal. Sebaliknya anak laki-laki terus mengalami peningkatan penampilan geraknya dengan bertambahnya kematangan skeletal.

Kecepatan matang secara biologis laki-laki adanya hubungan dengan penampilan gerak. Umumnya anak laki-laki masa puber meningkat secara terus-menerus dan teratur dalam lari dan melompat, tetapi sedikit terlambat dalam lemparan. Hal ini berhubungan dengan serangkaian pertumbuhan fisik, seperti tungkai yang memanjang, pinggul yang melebar sebelum pengembangan bagian pundak.

Dalam lompat jauh tanpa awalan, menggaplung dengan lengan ditekuk, dan baring duduk (sit-ups) dengan lutut ditekuk anak laki-laki umur 10 sampai 16 tahun menunjukkan peningkatan yang berbeda. Peningkatan penampilan tertinggi untuk lompat jauh tanpa awalan terjadi antara umur 14 dengan 15 tahun dan umur 11 sampai 12 tahun untuk lengan menggantung dan sit-ups. Peningkatan maksimum lompat jauh tanpa awalan dan menggantung bertepatan dengan puncak percepatan pertumnbuhan tinggi badan, sedangkan peningkatan pada sit-ups 1 (satu) tahun sebelum puncak percepatan pertumbuhan tinggi badan. Peningkatan yang lebih cepat pada anggota badan sehingga secara mekanika memberikan keuntungan dalam melakukan sit-ups karena togok relatif lebih pendek.

Pertumbuhan yang cepat pada laki-laki memberikan keuntungan dalam ukuran dan bentuk tubuh, kekuatan dan fungsi fisiologis yang memberikan kemudahan dalam penampilan fisik selama masa adolensensi.

2.2.2 Koordinasi dan Keseimbangan

Peningkatan koordinasi pada anak laki-laki terus berlangsung sejalan dengan bertambahnya umur kronologis, sedangkan anak perempuan sudah tidak berkembang lagi sesudah umur 14 tahun. Kelincahan anak laki-laki lebih unggul dibandingkan anak perempuan. Kelincahan memerlukan kecepatan mengubah arah dari badan atau anggota badan, seperti melompat secara penuh kemudian memutar posisi dan gerakan-gerakan sulit yang lain.

Kelincahan wanita dewasa kurang baik dibandingkan dengan wanita yang masih muda atau anak-anak, tetapi dalam gerakan akrobatik yang memerlukan kontrol dan keseimbangan statis, wanita dewasa lebih dapat menjaga posisinya. Terjadinya penurunan kelincahan seseudah umur 14 tahun, hanya sedikit perubahan terjadi penurunan pada kontrol, kelentukan, dan keseimbangan bagi perempuan,. Pertambahnya berat badan anak perempuan pada masa puber berpengaruh negetif dalam penampilan geraknya.

Koordinasi gerak anak laki-laki pada awal pubertas mengalami perkembangan sedikit sekali, tetapi setelah itu perkembangannya makin cepat. Berbagai hasil penelitian mengenai keseimbangan dinamis selama masa  adolesensi menunjukkan bahwa keadaan yang stabil (palkteau) dialami oleh perempuan pada umur 12 sampai 14 tahun dan pada anak laki-laki umur 14 sampai 16 tahun. Perkembangan keseimbangan dinamis anak laki-laki menunjukkan bahwa sebelum umur 13 dan sesudah umur 15 tahun menunjukkan perkembangan yang lebih besar dibandingkan masa usia antaara 13 sampai 15 tahun.

 

 

2.2.3 Peningkatan Penampilan Gerak

Masa sebelum adolesensi dan adolesensi merupakan saat peningkatan, penampilan gerak, seperti lari cepat, lari jarak jauh, lompat tinggi dsb. Peningkatan secara kuantitatif ini merupakan bagian yang dihasilkan oleh pertumbuhan yang berlangsung terus, terutama pertumbuhan yang cepat dimasa adolesensi. Yang menghasilkan penngkatan kekuatan dan daya tahan. Demikian pula sumbangan diri unsur koodinasi tidak diragukan lagi dalam menunjang peningkatan keterampilan.

  1. Lari (Running)

pengukuran kuantitatif untuk kemampuan lain umumnya dilakukan dengan mengukur kecepatan, lari jarak pendek (30 yard) dan kelincahan lari. Kelincahan lari merupakan frekuensi yang dicapai seseorang dalam mengubah arah.

  1. Lompat (Jumping)

Penggunaan tes lompat umumnya kearah depan atau keatas. Penelitian yang dilakukan oleh Espenchade (1960) menunjukkan bahwa peningkatan jarak lompatan kedepan untuk laki-laki dan perempuan kira-kira 33 inci pada umur 5 tahun dan pada umur 10 sampai 11 tahun mencapai 60 inci. Sesudah itu laki-laki terus meningkat kira-kira 90 inci. Pada umur 17 tahun, sedangkan perempuan mengalami kestabilan dengan jarak kira-kira 64 inci pada umur yang sama.

  1. Lempar (Throwing)

Jarak lemparan sering digunakan untuk mengukur penampilan lempar, meskipun kecepatan dan ketepatan juga ikut dinilai. Penampilan lempar berbeda dari penampilan lari dan lompat, demikian pula perbeedaan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan yang terjadi sejak usia muda.

d.  .Keterampilan Dasar

Sebagian besar penelitian menyatakan,.bahwa usia untuk belajar gerak yang paling tepat adalah masa sebelum adoleseasi. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Nash (1960)  yang menyatakan bahwa 85% keterampilan dasar dan minat terhadap ketramtpilan gerak harus ditemukan pada umur 12 tahun atas sebelumnya. Masa kanak-kanak merupakan waktu untuk belajar keterampilan dasar, sedangkan masa adolesensi adalah waktu yang digunakan untuk  penyempurnaan dan penghalusan serta mempelajari berbagai macam variasi ketrampilan gerak.

Keterampilan gerak .pada masa adolesensi sangat dipengaruhi oleh, penguasaan gerak dasar pada masa anak – anak, Dan oleh faktor latihan. Oleh karena itu, kecenderungan keterampilan gerak setiap individu pada masa adolesensi semakin bervariasi. Ada yang keterampilan dapat berkembang dengan baik dan ada yang perkembangannya tidak baik.

 

e.. Kesegaran Jasmani

Pads masa adolesensi terjadi perbedaan yang mencolok dalarn hasil tes, kesegaran jasmani antara laki-laki dan perempuan.

Hal tersebut dapat dilihat dalam gambar I berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penurunan kesegaran jasmani anak perempuan masa adolesensi ada kemungkinan bukan, karena kurangnya motivasi antuk memperoleh skor yang baik dalam ,tes kesegaran jasmani, meskipun sebenarnya mereka mampu melakukan. Sedikit sekali perempuan yang melakukan dengan usaha yang sungguh-sungguh untuk tes lari 600 yard atau dalam tes kekuatan sebagai unsur dalam tes kesegaran jasmani.

Seperti yang terlihat pada gambar I, penampilan kesegaran jasmani anak laki-laki meningkat seram teratur sesuai bertambahnya umur sampai kira-kira 12 tahun. Setelah umur tersebut penampilan meningkat secam cepat, sebaiknya penampilan perempuan setelah umur 12 tahun makin menurun.

Masa adolesensi merupakan saat yang baik untuk, pengembangan kesegaran jasmani. pengembangan yang terjadi merupakan basil perubahan-perubahan dalam peningkatan luasnya otot dan ukuran badan baik untuk laki-taki maupun perempuan.

Faktor latihan fisik sangat berpengaruh terhadap tingkat kesegaran jasmani. Latihan. peningkatan daya tahan Cardiovascular lebih baik dimulai Sejak awal, dan peningkatan pada masa adolesensi lebih tinggi dibandingkan masa dewasa atau dapat dikatakan bahwa cardiovascular berkembang lebih cepat dengan melakukan latihan di masa adolesensi. beberapa . hasil penelitian oleh Cooper dan kawan-kawan (1975) menyatakan, bahwa dalam program latihan aerobik menghasilkan pcningkatan cardiovascular 17,6% sampai dengan 20% untuk, anak-anak normal yang sedang berkembang dan mengalami putumbuban cepat masa adolesensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Adolesensi merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Dalam masa ini terjadi pertumbuhan yang sangat cepat sampai pada saatnya mencapai kematangan seksual, kemudian timbul fase perlambatan sampai tidak terjadi pertumbuhan lagi. Pertumbuhan yang terjadi menimbulkan perubahan ukuran, seperti proporsi bentuk tubuh, perubahan dalam komposisi tubuh, sistem peredaran darah, pernapasan, sistem syaraf, kematangam seks primer dan sekunder dan sebagainya.

Pada awal masa adolesensi perempuan lebih tinggi dan lebih berat dari laki-laki keadaan tersebut tidak terlalu lama setelah perubahan yang cepat terjadi. Pada anak laki-laki. Seterusnya laki-laki mengungguli tinggi dan berat badan perempuan, demikian pula ukuran-ukuran yang lain, seperti togok, panjang tungkai, lebar pundak, dan ukuran lengan.

Perubahan secara proporsional terjadi pada tulang dan jaringan lemak. Pertumbuhan tulang otot berjalan dengan peningkatan tinggi dan berat badan. Sedangkan penurunan volume jaringan lemak lebih nampak pada laki-laki dibabdingkan dengan perempuan.

Salahsatu perubahan fisiologis adalah denyut nadi basal yang selalu menurun secara berangsur-angsur dan sama untuk anak laki-laki dan perempuan sejak lahir, tetapi pada masa adolesensi penurunan pada laki-laki lebih cepat dibandingkan dengan perempuan sesudah umur 12 tahun.

Perbandingan perubahan awal dari kekuatan menggenggam anak laki-laki hampir dua kali lipat dibandingkan anak perempuan, sedangkan kekuatan menarik dan mendorong hampir empat kali lipat besarnya, meskipun sampai umur 13 tahun hampir tidak terjadi perbedaan.

DAFTAR PUSTAKA

Sumber: http://rumahbelajarpsikologi.com. Diakses 17 November 2009.

Conger, J.J. (1991). Adolescence and youth (4th ed). New York: Harper Collins

Hurlock, E. B. (1973). Adolescent development. Tokyo: McGraw-Hill Kogakusha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: