pengembangan media audiovisual

Arti dan Karakter Media Audiovisual

Media audio-visual adalah media pandang dengar yang menampilkan gambar dan suara, seperti lazimnya televisi, film bersuara dan video. Sebelum era komputer , media ini di pandang sebagai yang palin “sophisticated” karena mampu memadukan unsure suara dan gambar, yang  sebelumnya masih terpisah.

Pengembangan  Media Audiovisual adalah cara untuk memproduksi atau menyebarkan materi dengan menggunakan mesin mekanis dan atau elektronis untuk menyajikan pesan auditori dan visual. Pembelajaran audiovisual cenderung di warnai oleh pemanfaatan perangkat keras dalam proses pengajaran. Mesin audiovisual didevinissikan sebagai  produksi  dan pemanfaatan materi yang melibatkan belajar melalui penglihatan dan pendengaran dan tidak secara eksklusif tergantung pada pemahaman kata atau simbol-simbol sejenis lain.

Pada umumnya, teknologi audiovisual memproyeksikan materi, seperti film, slide, dan transparasi. Tetapi televisi merupkan teknologi terpadu yang unik dalam pengertian  bahwa teknologi terpadu. Video, bila diproduksi dan di simpan sebagai video tape, jelas bersifat audiovisual karena linier dan dimaksudkan untuk presentasi dari pada untuk interaksi. Apabila informasi video itu ada dalam vidiodisc, informasi itu menjadi dapat diperoleh secara random dan menunjukan karakteristik teknologi berdasar komputer atau teknologi terpadu,yaitu, non linier, akses acak (random access), dan dapat dikendalikan pembelajar.

Secara spesifik, teknoligi audiovisual cenderung memiliki karak-teristik sebagai berikukt ini:

a.       Bersifat linier;

b.      Menyajikan visual dinamis;

c.       Digunakan dalam cara yang tertentu oleh perancangan developer;

d.      Cenderung menyajikan konsep real dan abstrak secara fisik;

e.       Dikembangkan menurut prinsip teknologi behaviroral

f.        Dan psikologi kognitif; dan

g.       Sering berpusat pada guru dan tidak banyak melibatkan kegiatan pembelajar secara interaktif.

Pengembangan Media Audiovisual

Secara umum prosedur pengembangan media audiovisual mengikuti langkah-langkah pengembangan media yang telah di jelaskan pada bab terdahulu, namun suatu hal yang berbeda yaitu bahwa pembuatan naskah media ini berbeda dengan pembuatan media audio sebab dalam media audiovisual melibatkan unsure gambar. Selain itu mekanisme kerja dalam pengembangan media ini berbeda dengan media audio.  Jika media pengembangan media audio lebih bersifat “in door”, maka system kerja pengembangan media ini meliputi kegiatan di dalam dan luar (in and out door).

Sama halnya dengan media audi, pengembangan media audiovisual harus dimulai dengan penulisan naskah dan unsure-unsurnya meliputi,judul, sasaran, tujuan, durasi waktu yang dibutuhkan, sumber bahan, sinopsis, treatmen, story board dan naskah. Berikut ini di sajikan dua contoh naskah mebia audiovisual masing-masing untuk slide suara dan naskah video.

Sipnosis :

Program video pembelajaran ini menyajikan bahasa tentang pengenalan air untuk anak-anak. Di dalam VCD ini juga di paparkan metode-metode sebelum berenang dan cara-cara kreatif sebelum sebelum pelajar renang dengan materi yang sebenarnya. Sehingga dengan video pembeljaran ini diharapkan siswa akan merasa senang untuk berenang dan tidak takut berada di dalam kolam renang.

Treatment:

Program ini di awali dengan penayanga logo Universitas Negeri Malang, diiringi dengan music. Setelah itu logo “jurusan Ilmu Keolahragaan Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi” diiringi dengan music yang sesai. Kemudian diikuti dengan nama pembuat Kelompok. Kemudian muncul beberapa capy\tion lainya “mempersembahkan”, keudian “Pengenalan Belajar Berenang Siswa TK”. Setelah itu muncul caption “Selamat Mengikuti”.

Berikutnya penjelasan tentang pengenalan berenang untuk anak-anak yang terdiri dari persiapan belajar berenang diantaranya bernyayi bersama, bermain di pingiran kolam, bermai kereta api-kereta apian di dalam kolam, dan gerakan meluncur. Kemudian di munculkan Presenter yang memberikan pembukaan bagi program ini. Presenter menyebutkan topic dan tujuan dari program ini. Kemudian ditayangkan beberapa contoh gambar permainan dalam air yang digunaka dalam pembelajaran renang. Selanjutnya Presenter menjelaskan satu persatu yang disertai dengan contoh gerakanya. Lalu presenter memberikan kesimpulan dari semua bahasan melalui caption yang diiringi dengan musik penutup dan rolling caption.

Sumber    :

Haller, David. 1982. Belajar Berenang. Bandung: Pioner Jaya.

Kamtomo, nDong. Renang dan Methodik untuk SGO. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: